Jumat, 23 Juli 2010
Wahai Anakku Anak Indonesia
Bisa ditempati menuntut ilmu
Wahai anakku anak Indonesia
Jangan sedih melihat negerimu
Di dalam taman bersuka ria
Ada rusa dan burung angsa
Wahai anakku anak Indonesia
Tesenyumlah kau penentu bangsa
Burung di udara panjang usia
Terbang bebas tak sia-sia
Wahai anakku anak Indonesia
Bermimpi dan bertekadlah jadi manusia
Kalau melihat ular berbisa
Hendaklah diam seperti patung
Wahai anakku anak Indonesia
Janganlah dendam temanmu beruntung
Air di tempayan tidak tersisa
Dalam bak busa mengambang
Wahai anakku anak Indonesia
Kaulah generasi pembayar utang
Padi di sawah tidak tersisa
Tanamlah jagung di lahan tegalan
Wahai anakku anak Indonesia
Janganlah iri pada sekolah unggulan
Tunas di pohon bisa binasa
Kalau tak bisa tahan hempasan
Wahai anakku anak Indonesia
Tabahlah hadapi aneka kekerasan
Tikus makan tidak tersisa
Makanan enak sampai yang basi
Wahai anakku anak Indonesia
Doakan ayahmu berhenti korupsi
Kalau buah masih tersisa
Janganlah makan buah terong
Wahai anakku anak Indonesia
Nasihati ibumu agar tak serong
Ayam jantan tak bisa perkasa
Sembarang makan jadinya lumpuh
Wahai anakku anak Indonesia
Ajaklah ayahmu jangan selingkuh
Ada candu yang tidak terasa
Banyak makanan tidak bergizi
Wahai anakku anak Indonesia
Jangan terpengaruh sinteron di tivi
Banyak harta tidak tersisa
Kalau nurani tidak berfungsi
Wahai anakku anak Indonesia
Jangan lanjutkan warisan korupsi
Di hutan rimba ada rusa
Banyak harimau terus mengaum
Wahai anakku anak Indonesia
Jangan bercita-cita mafia hukum
Semut berbaris dengan perkasa
Kalau sawah sedang dipanen
Wahai anakku anak Indonesia
Hari ini pemulung, besok presiden
Makassar, 23 Juli 2010
Rabu, 21 Juli 2010
Bertengkar-tengkar Pendekar Hukum
Di kubangan banyak buaya ditangkar
Keadilan hukum terombang-ambing
Pendekar hukum lagi bertengkar
Burung beo di dalam sangkar
Suaranya keras merambat-rambat
Pendekar hukum lagi bertengkar
Semua merasa benar dan hebat
Kereta berjalan tak bisa lambat
Bunyinya gaduh jadi irama
Semua merasa benar dan hebat
Kitab undang-undang jadi lakon drama
Buah durian menebar aroma
Ada angin jatuh terhempas
Kitab undang-undang jadi lakon drama
Masyarakat bingung saksikan pentas
Kalau ingin menulis di kertas
Jangan pena berganti jarum
Masyarakat bingung saksikan pentas
Pakar dan pengak bersilat hukum
Mekar bunga berkuntum-kuntum
Tak bisa menyebar harum mewangi
Pakar dan penegak bersilat hukum
Di atas panggung saling telanjangi
Di puncak gunung ada pelangi
Di pohon-pohon ada benalu
Di atas panggung saling telanjangi
Semunya telanjang tapi tak malu
Di atas meja patah palu
Kalau paku ingin diraup
Semuanya telanjang tapi tak malu
Tanda keadilan sudah terkorup
Makassar, 21 Juli 2010
Jumat, 16 Juli 2010
Harga Barang vs Harga Diri
Selasa, 13 Juli 2010
Koperasi
Kalau tanam buah kurma
Janganlah bibit disimpan di kamar
Kalau ingin makmur bersama
Bangunlah koperasi baik dan benar
Kalau ingin menyusun irama
Susunan notasi diubah nama
Jangan koperasi milik bersama
Dimiliki pengurus hancur bersama
Kalau ingin ciptakan rasa
Bumbu dicampur dalam busa
Janganlah koperasi unit desa
Wadah korupsi uang di desa
Kalau memberi makan ayam
Simpan makanan di atas anyaman
Janganlah koperasi simpan pinjam
Pengurus korupsi semua pinjaman
Kalau ingin menanam cendawan
Hindari percikan kapur barus
Janganlah koperasi karyawan
Uang karyawan ATM pengurus
Kalaulah ingin bersihkan lemari
Keluarkan semua di bawah kolong
Janganlah koperasi pegawai negeri
Gaji dipotong pejabatnya nyolong*
Kalau ingin mencari makanan
Anak ayam lewati pematang
Janganlah koperasi tani dan nelayan
Anggotanya miskin dililit utang
Kalau ingin membuat ledakan
Bunyi dibuat seperti erupsi
Jangalah koperasi-koperasi dadakan
Karena ada peluang korupsi
Kalau melihat matahari bersinar
Janganlah jari menutup mata
Bangunlah koperasi baik dan benar
Ingat wasiat Mohammad Hatta
Makassar, 12 Juli 2010
* nyolong = curi
Jumat, 09 Juli 2010
Meneror Tempo dan ICW
Udara dihirup terasa asin
Beritakan rekening perwira polisi
Majalah Tempo dibom bensin
Kalau ingin memanjat menara
Jangan pinggang diselip parang
Membongkar kasus rekening perwira
Aktivis ICW dibacok orang
Berburu rusa di dalam hutan
Jangan gunakan sepeda motor
Rakyat bingung dan ketakutan
Negara hukum andalkan teror
Gambar harimau di kertas lembaran
Gantungan diikat tali rafia
Teror mengintai tindak kebenaran
Itulah ciri republik mafia
Dalam kubuangan tempat yang kotor
Ada rebutan membuang jala
Kalau hukum dikendalikan koruptor
Intimidasi dan teror merajalela
Kalau mogok kendaraan bermotor
Jangan digosok minyak kemiri
Alangkah naifnya perbuatan teror
Tak sadar menggali kubur sendiri
Makassar, 9 Juli 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Satpol PP Bersenjata
Diam-diam sembunyi di pantai
Ada apa dengan Depdagri
Satpol PP dipersenjatai
Kalau ingin memakai rantai
Jangan diikat dengan celurit
Satpol PP dipersenjatai
Pegawai ketertiban atau prajurit
Banyak lintah dalam parit
Banyak megintai hewan melata
Pegawai ketertiban atau prajurit
Pentungan kayu berganti senjata
Kotak kaleng indah ditata
Banyak nyamuk jadikan sarang
Pentungan kayu berganti senjata
Gusur pedagang merasa berperang
Kalau ingin membuat kandang
Jangan pelihara hewan buruan
Gusur pedagang merasa berperang
Makin beringas di eksekusi bangunan
Lalat bertengger di atas ayunan
Di atas dinding cicak mengancam
Makin beringas di eksekusi bengunan
Warga sipil makin terancam
Di tepi pantai membuat garam
Garam dijemur dalam tambak
Warga sipil makin terancam
Satpol PP bisa salah tembak
Bongkar bangunan dengan merombak
Tak ada alat gunakan raga
Satpol PP bisa salah tembak
Keker ke udara, nyasar ke warga
Panas terik terasa dahaga
Kalau perut tidak terisi
Keker ke udara nyasar ke warga
Bangga bersaing dengan polisi
Kalau makan kue berisi
Jangan lidah menyapu rata
Bangga bersaing dengan polisi
Sama-sama punya senjata
Membaca buku dengan kacamata
Jangan duduk di atas pasir
Sama-sama punya senjata
Satu profesional, satu amatir
Makassar, 8 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
Sepak bola-bola liar
Ada yang gembira dan gerogi
Aksi kulit bundar hipnotis dunia
Masyarakat bumi berpesta judi
Daun jatuh di dalam parit
Tak kan elok dipandang mata
Fanatik bintang dan keseblasan favorit
Banyak petaruh kehilangan harta
Banyak anak bersuka ria
Ada yang sedih dan menepuk dada
Adu taktik di Piala Dunia
Adu kelihaian menangkan pilkada
Pandai menggambar lewat pola
Gambar terpampang di atas pilar
Pemain sepakbola mainkan bola
Politisi mainkan bola-pola liar
Buat menuman gunakan ragi
Kalau diminum rasa sensasi
Di lapangan hijau beradu strategi
Wakil-wakil rakyat berargumentasi
Burung gagak terbang di awan
Marah melihat elang yang ceria
Kesebelasan Piala Dunia mengalahkan lawan
Polri berusaha mengalahkan media
Banyak lumpur dalam kubangan
Bercampur dengan lumpur galian
Pelatih sepak bola memenangkan pertandingan
Koruptor berjuang memenangkan pengadilan
Pandai berlari kuda tunggangan
Kalau berada di lapangan khusus
Suporter meneror dari luar lapangan
Mafia dan markus merekayasa kasus
Duduklah raja di tirai jeruji
Mengharap prajurit yang gagah berani
Pemain bintang disanjung dan dipuji
Pejabat yang selebritis menuntut dilayani
Makassar, 6 Juli 2010
Sabtu, 03 Juli 2010
Ledakan-ledakan Tabung Gas
Berjejer di pinggir jalan tanjakan
Masyarakat hangus silih-berganti
Konversi minyak tanah berbuah ledakan
Kalau ingin memetik kapas
Jangan potong gunakan badik
Pemerintah berambisi gunakan gas
Masyarakat dipaksa tanpa dididik
Berjejer-jejer penjual emas
Disimpang jalan dan perempatan
Setiap hari ada korban gas
Perusahaan asuransi cari kesempatan
Pedih rasanya disayat sembilu
Geli rasanya kalau digelitik
Konversi minyak tanah menjelang pemilu
Tabung dan selang saluran politik
Harum baunya kayu cendana
Pohon jati tumbuh berbaris
Ledakan gas di mana-mana
Bersaing dengan ledakan teroris
Mencari makan ternak unggas
Ada yang mati di bawah lumbung
Minyak tanah berganti gas
Rakyat tak mampu beli tabung
Dalam kuali menggoreng jagung
Jagung terpental di atas batu
Rakyat tak mampu beli tabung
Tambung gratis jadi bom waktu
Buah terong dan buah kubis
Buah labu dan buah sirsak
Kalau gas tiba-tiba habis
Rakyat miskin tak bisa masak
Banyak kambing hasilkan susu
Kambing hitam ikut terseret
Selang dan tabung dibikin palsu
Pemerintah salahkan cincin karet
Kalau membuat perahu gabus
Jangan gabus disusun bersambung
Setelah rakyat banyak yang hangus
Pemerintah sadar perbaiki tabung
Pemain drama beraksi di panggung
Penonton terasa ikut melambung
Pemerintah sadar perbaiki tabung
Perusahaan siapa yang monopoli tabung
Di atas laut arena pelayaran
Angin bertiup dari buritan
Konversi minyak tanah jadi pelajaran
Program pemerintah janganlah instan
Makassar, 2 Juli 2003
Kamis, 01 Juli 2010
Rekening ''Battala'' Perwira Polisi *
Kalau berjalan jangan berisik
Berita di Tempo mengeritik polisi
Mabes Polri merasa terusik
Dingin menusuk ke pori-pori
Jangan sembunyi dalam bilik
Kalau tulus memperbaiki Polri
Jangan geram menerima kritik
Air berlumpur mengalir ke muara
Air bening tidak kentara
Rekening gemuk para perwira
Rekening celengan para bintara
Burung pemangsa tak bersuara
Kalau terbang tak kenal batas
Rekening celengan para bintara
Beban tak resmi setoran ke atas
Pohon pisang buahnya ranum
Kalau panen jangan dibalik
Rekening gemuk rahasia umum
Sangat sedikit polisi yang baik
Kucing makan di suasana hening
Ayam makan berhimpitan
Perwira polisi bergelimang rekening
Polisi lapangan andalkan sempritan
Pinggir selokan banyak nyamuk
Kalau menggigit pedih rasanya
Publik mengutuk rekening gemuk
Polisi yang baik tersayat hatinya
Kalau menjahit kantong celana
Jangan simpan patahan jarum
Dari mana aliran dana
Dari markus dan mafia hukum
Simpan makanan di tempat jorok
Jangan sampai dimakan hama
Polri kita sedang bobrok
Mari benahi bersama-sama
Kalau ingin mengikat pasak
Jangan gunakan tali yang lusuh
Polri lindungi polisi yang rusak
Polisi yang baik dianggap musuh
Padi di sawah mulai berisi
Jangan sampai tikus menjarah
Bersama-sama membenahi polisi
Kalau dikritik janganlah marah
Makassar, 1 Juli 2010
* Battala bahasa Makassar artinya gemuk
Rabu, 30 Juni 2010
DPR Mau Jadi Pengelola Uang Negara
Mencari mangsa berbagai cara
Alangkah agresifnya DPR kita
Mau mengelola uang negara
Pandai terbang serangga lalat
Kalau di meja terhidang nasi
DPR mengelola uang rakyat
Lewat terobosan dana aspirasi
Duduk enak di atas kursi
Kalau melompat kursinya patah
Meraup dana berbungkus aspirasi
DPR merebut fungsi pemerintah
Di tanah rawa banyak lintah
Menggigit rumput dan juga besi
Kalau DPR 'menjadi' pemerintah
Siapa perencana, siapa yang mengawasi?
Kalau ingin makan terasi
Jangan iris dengan sembilu
Untuk apa dana aspirasi?
Untuk rakyat atau pemilu
Tumbuh subur pohon trembesi
Biar ditebang tak kan mati
Dana aspirasi tidak diawasi
Gunakan uang rakyat sesuka hati
Makan daging disayat-sayat
Kalau dibakar di api membara
DPR menjadi wakil rakyat
Tak puas dilimpahi fasilitas negara
Makassar, 30 Juni 2010
Senin, 28 Juni 2010
Pejabat
Mau jadi bupati janganlah curang
Pohon subur tumbuh di lahan
Pemimpin sejati menerima kekalahan
Tak ingin berjalan seperti mayat
Jangan hianati aspirasi rakyat
Kalau makan sambil meludah
Jangan berpolitik di ujung lidah
Di ruang makan bermain raga
Jabatan bukan untuk keluarga
Tiang yang kokoh tegak berdiri
Pejabat yang baik tidak perkaya diri
Jangan sembunyi di bawah kolong
Pejabat yang baik tidak berbohong
Menyimpan bau bisa terasa
Pejabat yang korup akan binasa
Subur dan nyaman di hutan ulayat
Pejabat yang baik dicintai rakyat
Bunglon sembunyi di dahan-dahan
Tindakan pejabat disaksikan Tuhan
Makassar, 28 Juni 2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Rusuh Pilkada
Jatuh menerpa padang luas
Habis pilkada perhitungan suara
Banyak pemilih merasa tak puas
Di hutan banyak binatang buas
Ada yang melompat sampai jatuh
Banyak pemilih merasa tak puas
Para kandidat saling menuduh
Kapal berlayar hendak berlabuh
Nakoda mabuk menabrak galangan
Para kandidat saling menuduh
Katanya pilkada penuh kecurangan
Kancil mandi dalam kubangan
Bersandar sejenak di pohon pakis
Katanya pilkada penuh kecurangan
Para tim sukses bertindak anarkis
Menggali tanah gunakan linggis
Bisa digunakan menunggu musuh
Para tim sukses bertindak anarkis
Protes diwujudkan perbuatan rusuh
Daun tumbuhan kelihatan lusuh
Seperti hewan yang tak pernah minum
Protes diwujudkan perbuatan rusuh
Membakar kantor dan fasilitas umum
Kalau ingin menusuk jarum
Jangan gunakan kain berlapis
Membakar kantor dan fasilitas umum
Proses demokrasi tidak demokratis
Pahit rasanya kue lapis
Berwarna-warni seperti bendera
Proses demokrasi tidak demokratis
Ada yang halalkan semua cara
Makassar, 26 Juni 2010
Rabu, 23 Juni 2010
Pemilukada
Mobil tua harus diganti
Hari ini pemilukada Sulsel
Sepuluh daerah memilih bupati
Banyak bunglon di hutan jati
Berlomba-lomba merayap naik
Sepuluh daerah memilih bupati
Semua calon mengaku terbaik
Daun talas tumbuh terbalik
Jatuh menyentuh di atas onggokan
Semua calon mengaku terbaik
Rakyat memilih sesuai sogokan
Buang sampah dalam selokan
Sampah bercampur dengan biji
Rakyat memilih sesuai sogokan
Sebagian memilih karena janji
Tepung sagu dibuat kanji
Untuk menjadi alat peraga
Sebagian memilih karena janji
Ada yang memilih karena keluarga
Kalau bermain sepak raga
Harus siap turun berlaga
Ada yang memilih karena keluarga
Ada bersengketa dengan keluarga
Jalan berkelok di Kecamatan Camba
Jalanan sempit kendaraan padat
Ada bersengketa dengan keluarga
Demi menangkan para kandidat
Batu cadas benda padat
Dipukul dengan besi berkarat
Demi menangkan para kandidat
Kandidat yang kalah memukul jidat
Di atas lantai banyak lalat
Ada yang diam dan berterbangan
Kandidat yang kalah memukul jidat
Kandidat menang menghitung kerugian
Semut berlomba dalam barisan
Berebutan makanan di atas busa
Kandidat menang menghitung kerugian
Rencanakan laba saat berkuasa
Makassar, 23 Juni 2010
Sabtu, 19 Juni 2010
Kata Orang
Abrasi di pantai karena arus
Kalau menghindari perbuatan korupsi
Kata orang, itu tak gayuuus
Buah terong ditusuk jarum
Patah terlempar di atas kerikil
Kalau tak mengoleksi perbuatan mesum
Kata orang, itu tak ariiil
Lagu rock diiringi piano
Notasi lagu tak ada di buku
Kalau tak eksploitasi berita porno
Kata orang, itu tak laku
Kantong plastik berbunyi kresek
Tak bisa disimpan di pinggir jalan
Kalau tak nonton video esek-esek
Kata orang, itu ketinggalan
Orang gila duduk di bilik
Malihat orang dengan tertawa
Kalau tak persulit layanan publik
Kata orang, itu tak berwibawa
Sakit kepala karena saraf
Jangan lakukan goyang pinggul
Kalau pejabat tak main golf
Kata orang, itu tak gaul
Kucing jantan jadi lumpuh
Karena dipatuk ayam betina
Kalau tak punya pasangan selingkuh
Kata orang, itu tak sempurna
Bakar ikan di api membara
Tikus mengintai di atas dahan
Kalau tak doyan fasilitas negara
Kata orang, itu tak dewan
Tasbih diuntai dari manik-manik
Talinya putus jangan dibuang
Kalau ingin jadi orang baik
Jangan tergantung pada kata orang
Makassar, 19 Juni 2010
Kamis, 17 Juni 2010
Masyarakat Mabuk Video Porno
Kalau menyelam jangan sembrono
Masyarakat Indonesia sopan dan santun
Penggemar terbesar video porno
Kunyah makanan gunakan gigi
Makanan jatuh di kertas plano
Masyarakat manfaatkan teknologi
Untuk abadikan pengalaman porno
Banyak orang belajar melukis
Melukis diri yang sedang berlari
Alangkah hebatnya selebritis
Video-pornokan popularitas diri
Kalau ingin makan nasi
Ingin juga ikan tenggiri
Anggota legislatif beraspirasi
Film pornokan diri sendiri
Pandai menangkap ikan kakap
Kalau sedang ada mangsanya
Pejabat dan pengusaha merasa tak lengkap
Kalau tak ada video mesumnya
Kancil di hutan pandai mengawal
Duduk terlena di bawah cemara
Guru pun kreatif di luar jadwal
Praktik esek-esek di depan kamera
Badai datang di segala penjuru
Para pembalap tak capai etape
Murid saingi artis dan guru
Bangga bermesum di kamera hape
Makassar, 17 Juni 2010
Rabu, 16 Juni 2010
Sepak Bola Piala Dunia
Di tepi batu duduk bersandar
Pesta bola menyihir dunia
Solidaritas bergulir di kulit bundar
Tanam ganja di sisi pandan
Tumbuh melingkar bagai bundaran
Bola melebur batas perbedaan
Manusia menyatu di pusaran hiburan
Di padang Afrika banyak ranjau
Ranjau ditata bagai sembahan
Emosi teraduk di lapangan hijau
Ekonomi dunia di pasar taruhan
Fatamorgana di tengah lahan
Indah menggoda dipandang mata
Manusia bergumul dalam taruhan
Dari Las Vegas sampai gubuk derita
Duduk terlena di tepi waduk
Nelayan lupa membuang jala
Pegawai kantoran terkantuk-kantuk
Setia begadang nonton bola
Kalau ingin tidak lelah
Jangan konsumsi minuman santan
Jadwal rutin berubah-ubah
Sesuaikan waktu di Afrika Selatan
Duduk bersila di dalam tenda
Sambil nikmati minuman kaleng
Ada kegiatan harus ditunda
Untuk hajatan nonton bareng
Tomat berbuah seperti kelereng
Ada terong di dalam piring
Sambil berpesta nonton bareng
Artis heboh berpesta baring
Ada tupai melompat di ranting
Mengintip di daun sambil meraba
Nonton bareng dan nonton baring
Koruptor dan mafia sejenak lega
Makassar, 15 Juni 2010
Selasa, 15 Juni 2010
Ariel, Luna dan Tari
Jangan dicampur daun pepaya
Piala Dunia di Afrika Selatan
Ariel Tari Luna di dunia maya
Di atas ranjang banyak mainan
Ada boneka dan ada senjata
Video asyik menjadi tontonan
Gugup mesra di dunia nyata
Makan bersama rasanya puas
Makan sembunyi ingin yang mentah
Video panas beredar luas
Ariel dan Luna kompak membantah
Makan terong banyak berguna
Terong liar harus diolah
Heboh video Ariel dan Luna
Tak mau kalah dengan anak sekolah
Makan pizza di atas menara
Sambil ikuti sidang paripurna
DPR pun ikut angkat bicara
Merasa disaingi Ariel dan Luna
Bangun tidur kuminum susu
Agar kuat kuberorasi
Viedo Luna alihkan isu
Dari kutukan dana aspirasi
Makan gorengan tahu isi
Tahu dicampur tepung rumbia
Ariel dan Luna ke kantor polisi
Makanan enak industri media
Malam hari lakukan razia
Petugas razia makan gratis
Luna dan Ariel di Indonesia
Inilah korupsi ala artis
Makassar, 12 Juni 2010
Selasa, 08 Juni 2010
Lingkungan Rusak
Jangan digali berbagai arah
Bumi gersang bencana rutin
Karena pohon habis dijarah
Cabe merah rasanya pedas
Kalau makan jangan dikunyah
Hutan rusak berganti cadas
Air kering hewan pun punah
Air kotor dalam kubangan
Diminum hewan yang merana
Manusia tega merusak lingkungan
Sebagai makhluk yang sempurna
Ikan di kolam berebut umpan
Umpan beracun ikan merona
Manusia serakah membabat hutan
Napsu ditukar dengan bencana
Api membara karena dikipas
Panas menyegat hewan melata
Tambang dicari hutan dilibas
Hasilnya dibagi tidak merata
Kalau ingin melanglang buana
Jangan memandang fatamorgana
Lingkungan rusak di mana-mana
Kesadaran manusia hanya wacana
Kapal berlayar tanpa muatan
Diringi musik orkes simponi
Bumi merana kehabisan hutan
Tanam pohon hanya seremoni
Pasang tenda memakai pasak
Tenda dibangun untuk pajangan
Pemerintah sadari lingkungan rusak
Tanam pohon buru penghargaan
Makassar, 5 Juni 2010
Rabu, 02 Juni 2010
Israel
Onta setia menarik pedati
Israel serang kapal kemanusiaan
Membunuh relawan sesuka hati
Di padang pasir tersimpan peti
Harta karun yang terkutuk
Membunuh relawan sesuka hati
Negara-negara hanya mengutuk
Tentara di gurun menarik pelatuk
Ingin mendengar bunyi tembakan
Negara-negara hanya mengutuk
Negara adidaya hanya menyesalkan
Buah kurma berserakan
Karena dtimpa pohon khuldi
Negara adidaya hanya menyesalkan
Karena bersekutu dengan yahudi
Ular gurun di tanah Kurdi
Mencari mangsa di tumpukan batu
Karena bersekutu dengan yahudi
Bangsa Arab tak bisa bersatu
Cleopatra sejarah ratu
Lihai dan pandai mengadu pesona
Bangsa Arab tak bisa bersatu
Israel kecil yang semena-mena
Meliuk-liuk fatamorgana
Seperti air bercampur asam
Israel kecil yang semena-mena
Bisa taklukkan si Paman Sam
Banyak domba berbulu kusam
Badanya ambruk tertembak bedil
Bisa taklukkan si Paman Sam
Dunia ditata yang tidak adil
Ilmu aljabar gunakan dalil
Bisa meinkan penjumlahan
Dunia ditata yang tidak adil
Demi kelanjutan proyek keamanan
Makassar, 2 Juni 2010
Selasa, 01 Juni 2010
Panca Sila
Banyak pohon tumbuh di desa
Banyak yang hilang terkena erosi
Ketuhanan yang maha esa
Tuhan dibawa-bawa untuk korupsi
2
Banyak jualan obat mujarab
Penjual mahir gunakan dasi
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Adil dan beradab dalam korupsi
3
Semut merayap di pohon rumbia
Di atas tanah singa mengaum
Persatuan Indonesia
Bersatunya koruptor dan mafia hukum
4
Kursi dirajut dari rotan
Joknya empuk enak dijamah
Kerakyatan dan permusyawaratan
Permufakatan koprupsi berjamaah
5
Di atas lantai banyak lalat
Berebut makanan di kain kumal
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Korupsi membunuh keadilan sosial
Makassar, 1 Juni 2010
Baca juga pantuan terkait Panca Salah