Pantun-pantun dalam blog ini juga didedikasikan mendukung anti korupsi
Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2010

DPR Belajar Etika

Banyak binatang kancil dan kadal
Banyak pula sapi dan kambing
DPR tidak kehabisan akal
Selalu punya alasan studi banding

Banyak bunglon di padi tegalan
Tak bisa diusir para petani
Agar bisa kesempatan jalan-jalan
Belajar etika di negeri Yunani

Pahit rasanya kopi arabika
Kalau diminum jangan seketika
Jalan-jalan sambil belajar etika
Mumpung DPR lagi krisis etika

Pakaian kusut harus disetrika
Kalau dicuci gunakan busa
Kalaulah sudah belajar etika
Belajarlah ilmu pandai merasa

Kalau ingin memburu rusa
Jangan sembunyi di balik benalu
Kalaulah sudah pandai merasa
Belajarlah ilmu merasa malu

Potong roti gunakan sembilu
Sambil makan minum susu
Kalaulah sudah punya rasa malu
Belajarlah ilmu menahan nafsu

Kuda berlari telinganya bisu
Melihat ke padang rumput tersaji
Kalaulah bisa menahan nafsu
Belajarlah juga menepati berjanji

Padi merunduk karena berbiji
Di tengah sawah ada melati
Kalaulah sudah menepati janji
Belajarlah juga rendah hati

Ingin sakit minumlah jamu
Agar tubuh tetaplah sehat
Kalaulah sudah cukup berilmu
Jangan royal dengan uang rakyat


Makassar, 23 Oktober 2010

Rabu, 30 Juni 2010

DPR Mau Jadi Pengelola Uang Negara

Di batu karang banyak gurita
Mencari mangsa berbagai cara
Alangkah agresifnya DPR kita
Mau mengelola uang negara

Pandai terbang serangga lalat
Kalau di meja terhidang nasi
DPR mengelola uang rakyat
Lewat terobosan dana aspirasi

Duduk enak di atas kursi
Kalau melompat kursinya patah
Meraup dana berbungkus aspirasi
DPR merebut fungsi pemerintah

Di tanah rawa banyak lintah
Menggigit rumput dan juga besi
Kalau DPR 'menjadi' pemerintah
Siapa perencana, siapa yang mengawasi?

Kalau ingin makan terasi
Jangan iris dengan sembilu
Untuk apa dana aspirasi?
Untuk rakyat atau pemilu

Tumbuh subur pohon trembesi
Biar ditebang tak kan mati
Dana aspirasi tidak diawasi
Gunakan uang rakyat sesuka hati

Makan daging disayat-sayat
Kalau dibakar di api membara
DPR menjadi wakil rakyat
Tak puas dilimpahi fasilitas negara


Makassar, 30 Juni 2010