Di atas daun banyak ulat
Dari kepmpong tumbuh berkembang
Di gedung Senayan politisi bergulat
Memilih Busyro atau Bambang
Kalau bertanding tarik-tambang
Janganlah tarik sambil bersuara
Memilih Busyro atau Bambang
Seperti sebuah pentas sandiwara
Kalau ingin memancing iklan
Janganla perahu dibikin bocor
Di luar masyarakat sudah pastikan
Siapa yang dipilih para legislator
Jalan berliku dan juga berbecek
Jangan gunakan kacamata riben
Buat apa bercapek-capek
Kalau akhirnya pilihan presiden
Tak tampak isinya kue peye
Jangan dipilih satu persatu
Kalau akhirnya pilihan Pak Beye
Mengapa membuang biaya dan waktu
Paket hadiah dalam bungkusan
Susu perasan dibungkus anyaman
Buysro terpilih sebelum keputusan
Ada yang aman, ada yang nyaman
Rayap dan tikus bermain di halaman
Pandai sembunyi di parit yang kotor
Ada yang aman, ada yang nyaman
KPK dikebiri mafia dan koruptor
Gunung berapi pasti erupsi
Kalau di perut tersimpan magma
Jangan coba-coba berbuat korupsi
Sekecil apapun terbalas karma
Makassar, 26 November 2010
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Desember 2010
Minggu, 30 Mei 2010
Saya Mau Jadi Ketua KPK
Minum anggur di atas kursi
Dalam gelap tanpa cahaya
Untuk halangi pemberantasan korupsi
Ketua KPK tujuan saya
Makan asinan dicampur cuka
Di lidah terasa aneka rasa
Pintu kesempatan telah dibuka
Saya harus tampil luar biasa
Minum kopi di atas pelana
Di punggung kuda tak beralas
Saya harus tampil sempurna
Agar terkesan berani dan ikhlas
Enak makan buah srikaya
Duduk di atas batu cadas
Untuk mencapai tujuan saya
Aturan mengganjal saya libas
Jalan berliku bisa dilalui
Sambil minum dalam gerabah
Saya pandai mengelebaui
Dengan jurus bersilat lidah
Banyak pisau sudah berkarat
Jangan gunakan memotong ikan
Saya hadapi lawan-lawan berat
Dari sesama calon titipan
Makan malam tak bisa berdaya
Kalau lapar bisa ditahan
Hanya satu mengancam saya
Kalau calon titipan Tuhan
Makan sendiri di dalam bilik
Duduk di atas lantai kotor
Saya mulai terdeteksi publik
Saya memang titipan koruptor
Makassar, 30 Mei 2010
Dalam gelap tanpa cahaya
Untuk halangi pemberantasan korupsi
Ketua KPK tujuan saya
Makan asinan dicampur cuka
Di lidah terasa aneka rasa
Pintu kesempatan telah dibuka
Saya harus tampil luar biasa
Minum kopi di atas pelana
Di punggung kuda tak beralas
Saya harus tampil sempurna
Agar terkesan berani dan ikhlas
Enak makan buah srikaya
Duduk di atas batu cadas
Untuk mencapai tujuan saya
Aturan mengganjal saya libas
Jalan berliku bisa dilalui
Sambil minum dalam gerabah
Saya pandai mengelebaui
Dengan jurus bersilat lidah
Banyak pisau sudah berkarat
Jangan gunakan memotong ikan
Saya hadapi lawan-lawan berat
Dari sesama calon titipan
Makan malam tak bisa berdaya
Kalau lapar bisa ditahan
Hanya satu mengancam saya
Kalau calon titipan Tuhan
Makan sendiri di dalam bilik
Duduk di atas lantai kotor
Saya mulai terdeteksi publik
Saya memang titipan koruptor
Makassar, 30 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)