Pondasi dibangun campuran semen
Di atas pondasi dibangun pagar
Nasionalisme kita menemukan momen
Dalam fanatisme di kulit bundar
Banyak hewan di taman ria
Balon-balon banyak berterbangan
Rakyat gembira bersuka ria
Timnas AFF panen kemenangan
Tumbuh jamur karena spora
Kalau ditabur dalam gulita
Gelora Bung Karno mebakar gelora
Suporter berpesta lupakan derita
Kucing kurus mandi di papan
Tikus berebutan di parit yang kotor
Bola-bola bergulir bangkitkan harapan
Di negeri persemaian para koruptor
Melukis awan gunakan pensil
Memandang langit sambil berdiri
Timnas bermain selincah kancil
Membantai lawan di kandang sendiri
Tupai lapar mencari ubi
Kelinci makan daun selada
Kemenangan Timnas bertubi-tubi
Politisi dan partai bertepuk dada
Mencari angin di udara yang panas
Di bawah pohon bisa terlena
Rakyat berkorban mendukung Timnas
Spanduk Ketua PSSI berkibar di arena
Kuda berlari di tepi kanal
Bunglon di daun mencari ranah
Baru menang di semi final
Ketua partai hibahkan tanah
Di arena pacuan kuda-kuda binal
Kuda tunggangan berkacamata
Petik kemenangan belum final
PSSI dan politisi duluan berpesta
Banyak lumpur dalam kubangan
Ada lintah dalam gelembung
PSSI dan politisi rayakan kemenangan
Timnas diboyong ke pesta terselubung
Ada benalu tumbuh di menara
Banyak jerami di tembok kaputren
Timnas diseret ke politisasi acara
Dari makan-makan sampai pesantren
Di atas meja hidangan nasi
Ada sambal gunakan terasi
Timnas dan pelatih tak konsentrasi
Antara latihan dan undangan politisi
Kalau mendaki di Gunung Himalaya
Tak bisa gunakan mobil panser
Garuda ditekuk Harimau Malaya
PSSI berdalih gatal-gatal dan laser
Waktu senja berolahraga
Pandangan mata tidak berbinar
PSSI dan politisi ikut berlaga
Pandai mengatur bola-bola liar
Di padang berlari anak gembala
Kuat tenaga di muda usia
Timnas akhirnya tak raih piala
Pelajaran berharga bagi Indonesia
Makassar, 30 Desember 2010